Daftar Postingan





Tampilkan postingan dengan label Aneka Info Hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Info Hiburan. Tampilkan semua postingan

8 Sep 2013

Inilah Cara Membuat Monster di Film Besutan Hollywood !

Pernahkah penasaran bagaimana pekerjaan perancang, pembuat dan pemeran mahluk-mahluk mengerikan dan menakutkan di film dan tayangan televisi? Saluran beTV menyuguhkan Monster Man tiap Jumat mulai pukul 19.20 WIB mulai 30 Agustus, sebuah reality show yang membawa penonton masuk di kehidupan salah seorang perancang dan pembuat monster, mahluk-mahluk fiksi ilmiah dan special effect ternama di Hollywood: Cleve Hall dan timnya di SOTA FX.
Di tiap episode, Cleve dan timnya akan menangani tantangan dan proyek perancangan dan pembuatan mahluk aneh dan menakutkan dari para kliennya: mulai dari tim special effect hingga sutradara terkenal. Penonton juga akan menyaksikan bagaimana dinamika bisnis keluarga ini dan keanehan-keanehan yang mereka alami.
“Selama hampir 30 tahun ini, jika studio-studio film di Amerika membutuhkan sosok monster atau mahluk luar angkasa yang aneh dan tidak pernah ada di karya film atau televisi lainnya, mereka mengandalkan Cleve Hall dan timnya di SOTA FX alias bisnis keluarganya yang sangat unik,” kata Deirdre Gurney, yang bekerja sama dengan saudara kandungnya, Scott Gurney, sebagai produser eksekutif Monster Man.
Scott Gurney menambahkan: Hanya monster-monster yang mereka ciptakan bisa menandingi kegilaan dari keluarga yang sangat berbakat ini, yang bekerja di salah satu tempat paling aneh namun paling kreatif di dunia ini!”  Deirdre dan Scott Gurney adalah kakak beradik dari acara Shark Week yang ditayangkan Discovery Channel.
Cleve Hall telah menjadi perancang, pembuat dan pemeran mahluk-mahluk menakutkan, aneh dan unik untuk industri perfilman dan pertelevisian selama lebih dari 27 tahun. Kecintaannya pada monster dan mahluk luar angkasa dimulai saat ia masih balita saat ibunya mengajaknya dan kakaknya, Ken Hall, (yang juga dikenal di bidang special effect di industri perfilman atas karyanya dalam film Puppet Master) untuk menonton film Godzilla. Saat itu ia merasa yakin ia ingin membuat dan memerankan monster.
Tak hanya mahir berada di belakang layar, di depan kamera, Cleve telah muncul di banyak film horror (biasanya sebagai pembunuh sadis) tapi ia banyak dikenal sebagai pria yang berada di balik kostum Godzilla dalam film ‘Pee-Wee’s Big Adventures‘. Sejumlah karya terakhirnya adalah ‘Bloodstruck’ (ia memerankan pendeta yang jahat) dan ‘The Summer of Massacre‘ (ia memerankan Pendeta Daniel). Di balik layar, dia adalah desainer special effect untuk film ‘Bloodstruck’ serta perancang monster anjing dalam film ‘Sandlot‘, perancang mahluk-mahluk mengerikan di film ‘Troll‘ dan ‘Re-animator‘.
Dalam episode perdana Monster Man yang berjudul ‘Seeing Double,’ para penonton akan diperkenalkan dengan tokoh-tokoh unik di SOTA FX: Cleve sendiri, kedua anak perempuannya Constance dan Elora Hall, mantan istrinya Sonja Maddox-Hall, kedua sahabatnya: Roy Knyrim dan Johnny Saiko serta manajer perusahaan Cindy Miller. Di episode ini mereka menghadapi dua tantangan: pertama, sutradara film terkenal ‘Friday the 13th’ Sean Cunningham meminta Cleve dan timnya membuat mahluk menakutkan untuk film Sean terbaru: sosok kembar yang akan “terbelah” menjadi dua; tak hanya menghadapi tantangan berat dari sosok elit di industri perfilman Hollywood, para tim The Asylum yang menciptakan mahluk-mahluk aneh meminta Cleve membuat hiu berkepala dua yang menakutkan. Bagaimana leve mencari inspirasi bentuk hiu berkepala dua? Well, dia tak segan-segan menyelam kedalam laut dalam dan berenang di antara para ikan hiu yang siap memangsanya.
Seru kan? Bersiaplah untuk bertemu si Manusia Monster: Cleve Hall di reality show Monster Man, yang siap mengudara di beTV tiap Jum’at jam 19:20 WIB mulai 30 Agustus 2013. beTV dapat disaksikan melalui Indovision ch. 155, Telkomvision ch. 126, First Media ch. 53 dan Aora ch. 416.(sip)***

13 Feb 2013

Inilah Umur Selebrity Dunia

Download IMIT Geser ke bawah...


Melihat kulit yang masih kencang dan tubuh yang masih ramping, tak banyak yang dapat menebak bahwa seleb-seleb ini sudah berusia di atas 40 tahun.
Mari kita lihat berapa umur mereka :


1. Madonna
Madonna kini berumur 54 tahun kelahiran tahun 1958

1 Sep 2012

Mengenang Tahun 80an Sosok Dubbing Brama Kumbara

Ferry Fadly Pengsi suara Brama Kumbara dalam sandiwara radio saur sepuh

Pencinta sandiwara radio era 1980-1990-an awal pasti akrab dengan suara Ferry Fadly. Dialah pemeran Brama Kumbara, Arya Kamandanu, dan tokoh bijak lain dalam puluhan serial sandiwara radio. Apa yang dia lakukan sekarang?

Ditemui di rumahnya kawasan elite Jalan Syamsu Rizal, Menteng, Jakarta Pusat, Ferry tampak bersemangat. Dandanannya masih khas, mengenakan sepatu kulit model bot, celana jins, dan ikat kepala ala pendekar zaman dulu.

Suaranya sama sekali berbeda dengan Brama Kumbara dalam serial sandiwara radio Saur Sepuh maupun Arya Kamandanu dalam Tutur Tinular. Kecuali ketika tiba-tiba dia mengucapkan salah satu penggalan dialog dalam perannya sebagai Brama Kumbara, raja Madangkara. ''Wahai rakyatku Kerajaan Madangkara. Di sini aku Brama Kumbara, mengucapkan sampurasun.''

Masa jaya Ferry sebagai pemain drama radio sekitar 1985 hingga awal 1990. Sebelumnya dia juga mengisi suara untuk beberapa kisah drama, namun tidak sepopuler dua kisah legendaris itu.

Begitu legendarisnya sehingga Ferry oleh sebagian masyarakat benar-benar dianggap sebagai Brama Kumbara. Itu terbukti dari reaksi banyak orang, baik saat jumpa fans maupun ketika rumah tinggalnya diketahui khalayak.

Ferry bercerita, pernah suatu hari ada orang meminta berkat kepadanya. Contohnya, ibu hamil yang minta perutnya dielus-elus berharap agar anaknya terlahir seperti Brama Kumbara. ''Karena dia raja Madangkara, istilahnya setengah dewa. Begitu arif, bijaksana, tokoh panutanlah,'' kata pria kelahiran 1 April 1956 itu.

Mendapat reaksi seperti itu, Ferry merinding. Dia sadar, faktanya jauh berbeda dengan Brama Kumbara atau yang seperti diharapkan para penggemar. ''Sampai ada yang sakit minta disembuhkan. Saya hanya bisa jawab, selain berusaha, ya berdoa. Begitu saja,'' kisahnya.

Meski begitu, Ferry berusaha memaklumi. Kerinduan masyarakat terhadap tokoh pemimpin seperti Brama Kumbara dianggap sebagai penyebabnya. Bayangkan saja, kata dia, Brama Kumbara, sang raja, jika sedang menengok rakyatnya datang sendiri dengan pakaian biasa, tanpa pengawalan, dan membantu dengan tangan sendiri.

Tentu saja, lanjut dia, berbeda dengan pejabat zaman sekarang yang menurut Ferry seperti melakukan sebuah rekayasa. ''Brama Kumbara tanpa rekayasa. Apa adanya. Tapi, kalau pemimpin sekarang, untuk ke masyarakat saja bajunya luar biasa, kamera di mana-mana, dan kalau ada masyarakat yang ingin bertanya terkadang sudah diarahkan. Pertanyaannya hasil pesanan,'' sindirnya.

Bertahun-tahun memerankan Brama Kumbara dan Kamandanu, Ferry belajar banyak hal tentang bagaimana bersikap bijak. Meski begitu, dia merasa masih jauh dari harapan. "Tapi, apa salahnya mencoba,'' ujarnya.

Secara fisik, Ferry juga merasa jauh dari fantasi pendengar radio terhadap tokoh Brama Kumbara itu sendiri. Dia merasa tidak tinggi besar, tidak sakti mandraguna, dan tidak bisa searif pemilik ajian lampah lumpuh itu.

Beruntung, kata Ferry, hingga kini tidak ada yang meluapkan kekecewaan terhadap dirinya. Dia menganggap, kalaupun ada kekecewaan, masih dalam taraf wajar. "Justru itulah nikmatnya. Berarti saya sukses memerankan tokoh itu sehingga pendengar memiliki imajinasi sendiri,'' ungkapnya.

Sebaliknya, lebih banyak masyarakat yang akhirnya menggemari dirinya. Ferry menerima banyak surat dari penggemar. Pada awal jaya, setiap surat yang datang dia balas. ''Awalnya rajin. Lama-lama capek juga,'' imbuhnya.

Semakin lama, kata Ferry, surat penggemar yang datang menggunung. Jumlahnya berkarung-karung. Dan, hingga sekarang surat-surat itu masih dibiarkan begitu saja, disimpan di gudang rumahnya. ''Tidak sempat saya jawab. Boleh tuh kalau mau dicek di gudang ada. Ada rasa bersalah juga saya belum sempat menjawab itu semua,'' tuturnya.

Ketika industri televisi semakin berkembang, pendengar radio menurun. Tren mendengarkan cerita drama di radio pun semakin hilang. ''Bagi saya, era atau masa itu tidak bisa dilawan. Kayak sekarang musim sinetron remaja, musim grup band, itu kan era. Nanti berputar,'' yakinnya.

Tapi, Ferry tetap konsisten dengan bisnis audio. Sudah empat tahun ini dia mendirikan perusahaan studio audio untuk iklan televisi dan radio, JF Production. ''Saya berpikir bahwa iklan tidak pernah berhenti. Semua produk saya pikir akan mengeluarkan iklan dan audionya dikerjakan tersendiri,'' jelasnya.

Proyek yang dikerjakan beragam, mulai iklan produk hingga iklan partai politik dan calon anggota legislatif. Kini suara Ferry bukan lagi untuk Brama Kumbara, tapi calon pemimpin yang diharapkan merakyat layaknya Brama Kumbara.

SUMBER: Jawa Pos, Minggu, 08 Maret 2009

— bersama Agrass Kakang Prabu.

13 Agu 2011

3 Doa 3 Cinta Mendapat Penghargaan Di Perancis

Masih ingat dengan goyang dangdut Dian Sastrowardoyo dalam film 3 Doa 3 Cinta? Boleh jadi, gaya joget kampungan itu memikat dewan juri di ajang International Festival of Asian Cinema di Vesoul, Perancis (sebelah timur Perancis, dekat perbatasan Swiss). Ya, film arahan sutradara Nurman Hakim itu baru saja meraih penghargaan Grand Prize of the International Jury. Apa iya hanya karena goyang pinggul?

International Festival of Asian Cinema Vesoul ke 15 berlangsung sejak tanggal 10-17 Februari 2009, dan merupakan ajang festival terbesar di Eropa yang secara khusus memfokuskan kepada film-film dari negara-negara Asia. Jean-Marc Thérouanne, salah satu dari pimpinan festival menyebutkan Vesoul sebagai festival film Asia pertama dan tertua di Perancis dan menduduki urutan 10 besar dari acara festival film di Perancis.
Di acara malam penghargaan, ketua juri Fatemeh Motamed-Arya memberikan Grand Prize of the International Jury kepada film Pesantren: 3 Wishes 3 Loves (judul internasional 3 Doa 3 Cinta) yang disutradarai dan ditulis oleh Nurman Hakim (Indonesia) karena telah berhasil “menggunakan bahasa yang sederhana untuk mendeskripsikan situasi-situasi yang kompleks,”

Salah satu juri dari India yang trauma terhadap kejadian penyanderaan dan peledakan di Mumbai beberapa bulan silam mengucapkan terima kasih kepada film ini. Pasalnya, film ini mengingatkan dia betapa pentingnya menjaga kerukunan agama di dunia dan untuk saling menghormati keyakinan yang berbeda.

”Saya senang sih, karena ini merupakan penghargaan orang Eropa kepada film-film Asia,” tutur sutradara dan penulis skenari Nurman Hakim saat dikontak Senin pagi (23/2). Dia menyebutkan filmnya sebagai satu-satunya yang bertarung di ajang tersebut dan berkompetisi dengan sembilan judul lainnya dari berbagai negara Asia.

Film Iran-Kazakh A Gift to Stalin arahan sutradara Roustem Abdrachev, meraih Cyclo Award. Sedangkan penghargaan dewan juri NETPAC (Network for the Promotion of Asian Cinema) diberikan kepada film The Route of the World garapan sutradara Fahdel Abbas (Iraq / Perancis). (bat)

sumber : www.21cineplex.com