Daftar Postingan





14 Nov 2013

Kisah Saat Tukul Masih SD

Tukul terlahir dengan nama Riyanto. Karena sering sakit-sakitan, akhirnya orangtuanya, Abdul Wahid dan Sutimah, menambahkan nama Tukul.
Saat berusia lima bulan, Tukul sering menangis dan baru bisa berhenti menangis saat seorang tetangga, Suwandi, menggendong dan memberikannya makan. Suwandi dan sang istri akhirnya jatuh cinta dengan Tukul dan menjadikannya sebagai anak angkat.
"Dulu hidup saya susah sekali. Akhirnya saya diangkat sama orang," ungkap Tukul.
Kisah kelam dialaminya saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Saat itu, ia mengenyam pendidikan di sekolah swasta dengan biaya yang mahal karena ia tak berhasil masuk sekolah negeri.
"Waktu kelas tiga SMA saya mau drop out karena delapan bulan enggak bisa bayar SPP. Akhirnya saya balik ngenek lagi. Lalu kepala sekolah ngomong sama teman saya, minta tolong cariin saya untuk ujian. Akhirnya saya dikasih keringanan bayar SPP dan ujian. Alhamdulillah dari 49 murid, 26 lulus termasuk saya," ceritanya.
Tak ingin terus menerus menjadi kondektur (kenek) bus, Tukul mencoba melamar pekerjaan. Namun, tak ada perusahaan yang mau menerimanya. Padahal, perjuangan Tukul untuk melamar pekerjaan bukanlah hal mudah.
"Waktu itu ijazah saya belum bisa diambil karena belum bayar sekolah. Kalau mau lamar pekerjaan, saya pinjem ijazah di sekolah lalu saya fotokopi dilegalisir lalu balikin lagi ke sekolah," ujarnya.****
 (SIP)***

Profil Tukul Arwana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Kunjungannya, Silahkan Komentarnya ditunggu....